Tampilkan postingan dengan label Laptop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laptop. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2009

X-Ware Legacy X-4481


Agak aneh juga saat kami melihat tampang notebook X-Ware seri Legacy X-4481 ini untuk pertama kali. Pasalnya, notebook ini mengingatkan kami pada produk serupa dari pabrikan MSI. Seperti X-Ware memang dibuat oleh pabrikan OEM milik MSI sehingga desainnya pun nyaris serupa. Ini mudah dikenali lewat icon lingkaran di bagian tengah cover notebook yang juga muncul pada notebook MSI seri PR.

Legacy X-4481 merupakan satu dari 6 model notebook terbaru yang ditawarkan X-Ware. Jika ditilik, notebook ini diposisikan sebagai produk elegan untuk kebutuhan kerja. Penampilan fisik seri Legacy memang terkesan serius dan rapi, sayangnya sebagian besar bahan luarnya agak licin dipegang. Legacy X-4481 memiliki layar 13,3 inci dengan teknologi Crystal Glare yang membuat layarnya terlihat enak dilihat mata. Namun bobotnya mencapai 2,2 kg, yang tergolong berat untuk notebook kelas 13,3 inci.

Untuk mendukung aktivitas komputasinya, Legacy X-4481 memanfaatkan prosesor Intel Core 2 Duo T8100 dan memori DDR2 berkapasitas 2GB. Fasilitas koneksi pun cukup lengkap meliputi USB, VGA-out, Express Card, dan juga HDMI. Bahkan telah disedikan port untuk kabel antena TV digital (DVB) meski belakangan kami ketahui fasilitas tersebut ternyata masih bersifat opsional. TV tuner internal baru tersedia secara built-in pada seri Qrystal. Oh ya, notebook ini kurang pas untuk mereka yang suka video editing karena port FireWire ternyata lenyap meski sebagian besar camcorder sekarang juga dapat mentransfer sama baiknya lewat koneksi USB.

Dalam segi ergonomis kami tak memberikan banyak kritik karena hampir semua kenyamanan terjawab baik. Tombol keyboard dan shorcut memberi respon yang enak pada jari kecuali tombol pada touchpad justru agak keras ditekan. Di antara tombol touchpad ini tersembul fasilitas fingerprint sebagai pengamanan ekstra yang kini biasa muncul pada notebook untuk bisnis. Sedikit kekurangan juga muncul pada lampu indikator notebook yang terlalu berdekatan sehingga menyulitkan kami membedakan lampu status untuk batere dengan koneksi Wi-Fi atau Bluetooth.

Secara kinerja, komponen yang digunakan Legacy X-4481 ideal digunakan untuk aplikasi berbasis prosesor seperti Office. Namun karena menggunakan chip grafis onboard Intel GMA X3100, notebook ini memang tidak terlalu bagus untuk menjalankan game kelas berat. Dukungan batere 8-cell sangat membantu daya tahan notebook hingga sekitar 3-4 jam sehingga cocok untuk Anda yang sering bekerja di luar ruangan. Kelebihan lain notebook ini muncul lewat masa garansi nasional hingga 2 tahun (termasuk servis dan suku cadang), sehingga sedikit menepis keraguan terhadap merek X-Ware yang memang kurang terdengar. (Deny Prasetyo-InfoKomputer)

Plus : Dilengkapi fasilitas fingerprint dan HDMI; daya tahan batere lama; Masa garansi 2 tahun.

Minus: Casing licin; tanpa FireWire; layar tak bisa dibuka 180o.

Hasil Pengujian

Bermodalkan prosesor generasi terbaru dan RAM 2GHz, Legacy X-4481 dari X-Ware memberikan kinerja yang memuaskan. Kemampuan grafis X3100 hanya setengah dari GeForce 8400M sehingga kurang andal untuk game 3D, namun rata-rata aplikasi berbasis prosesor berjalan mulus di sini. Satu poin keunggulan X-Ware didapat lewat daya tahan batere yang cukup lama untuk notebook sekelas.



Lengkapnya

Axioo Pico DJM616A

Pertama melihatnya, kami langsung mendapati kemiripan netbook ini dengan dengan MSI Wind (InfoKomputer September 2008). Bahkan kami kesulitan menemukan perbedaannya, jadi sepertinya keduanya dibuat oleh tangan yang sama. Spesifikasinya pun mirip, seperti menggunakan prosesor Intel Atom N270 (1,6GHz) dan layar berukuran 10 inci. Kalaupun ada yang membedakan, itu adalah kapasitas harddisknya. Pico memiliki 160GB, sementara Wind 80GB. Kapasitas sebesar ini patut dicatat sebagai kelebihan Pico, mengingat netbook lain—seperti Acer Aspire One—mentok di angka 120GB. Fasilitas lain yang disediakan Pico adalah WiFi, Bluetooth, Ethernet, slot SD Card, dan VGA Out.

Karena bentuk fisiknya sama, Pico memiliki kelebihan serupa dengan Wind. Salah satunya adalah keyboardnya yang terasa luas; setidaknya untuk ukuran netbook. Jika dihitung, ukuran tiap kunci sekitar 17x15 cm, membuat proses mengetik terasa nyaman dan kami tidak kesulitan mencapai kecepatan mengetik standar. Kami juga tidak merasakan paparan panas yang signifikan di sandaran tangan meski telah menggunakannya dalam waktu lama.

Kelebihan Pico yang lain adalah kualitas layarnya yang cukup bagus. Pada setelan brightness tertinggi, layarnya mampu menunjukkan detail yang tajam, tanpa menyebabkan paparan yang terlalu silau. Layar 10,2 inci ini sendiri memiliki resolusi 1024x600 pixel, sehingga nyaman digunakan ke situs-situs yang dioptimasi di lebar resolusi 1024 pixel.

Dimensi Pico sekitar 26x18 cm, dengan tebal antara 2,6-3 cm. Bobotnya sendiri sekitar 1,15 kg. Jika dibandingkan, Pico sedikit lebih berat dibanding Asus Eee PC atau Acer Aspire (1kg). Namun perbedaan bobot ini seharusnya tidak bermasalah, karena kami merasa tetap nyaman membawanya keliling kantor.

Karena menggunakan komponen yang sama, kami mencoba membandingkan kinerja Pico dengan Wind. Hasilnya bisa diduga: keduanya memiliki kinerja yang mirip. Termasuk di antaranya daya tahan dalam memutar video dalam format HD yang sekitar 1,5 jam. Hasil ini mirip dengan Wind, tapi tidak bisa menandingi Asus Eee PC 901 yang mencatat waktu lebih dari 4 jam. Ini tidak lain disebabkan penggunaan harddisk berbentuk piringan dan kapasitas batere yang cuma 2200 mAh. Jadi jangan lupa siapkan charger ketika Anda membawa Pico bepergian.

Dengan bentuk yang mirip, Axioo Pico sepertinya dibuat oleh tangan yang sama dengan MSI Wind. Dan karena MSI yang memiliki pabrik, berarti Axioo membeli Pico dari MSI. Ini berarti Pico lebih mahal dibanding Wind dong? Ternyata tidak. Pico dibandrol dengan harga Rp. 4,8 juta, sementara Wind sekitar Rp. 5,8 juta. Jadi sepertinya MSI ‘memberikan’ jalan bagi OEM-nya untuk lebih kompetitif dalam harga dibanding produknya sendiri. Agak aneh, tapi itulah bisnis.

Dengan harga di bawah Rp. 5 juta dan sudah termasuk Windows Home Edition, Axioo Pico adalah pilihan yang bagus untuk Anda yang mencari netbook. Saingan terdekat adalah Acer Aspire One versi Windows yang dibandrol sekitar Rp. 4,8 juta. Kelebihan Pico adalah telah dibekali Bluetooth dan kapasitas harddisk lebih besar, sementara kelebihan Aspire One adalah adanya dua slot SD Card. Karena jarang menggunakan SD Card, bagi kami Axioo Pico adalah pilihan yang lebih memikat dibanding Aspire One. (Wisnu Nugroho-InfoKomputer)

Plus : Harga kompetitif; menyediakan Bluetooth.

Minus: Kapasitas batere cuma 2200 mAh.

Hasil Uji

Karena pada dasarnya sama persis, performa Axioo Pico terlihat setara dengan MSI Wind, meski pada beberapa pengujian terlihat agak tertinggal. Namun karena kapasitas baterenya yang terbatas, Pico cuma bertahan 1,5 jam untuk memutar HD Video.



Lengkapnya

Minggu, 01 Februari 2009

Bodi Tipis Dari Netbook Dell Inspiron mini 12

Tak lama lagi, akan hadir netbook dengan bodi dan layar supertipis. Namanya Dell Inspiron mini 12.Dikatakan supertipis karena ketebalannya hanya mencapai kurang dari 1 inci. Selain itu juga, layarnya menggunakan layar 12 inci. Memang sangat berbeda dengan netbook lain yang kebanyakan masih menggunakan layar 14 inci.


Sekilas, bodi Dell Inspiron mini 12 ini mirip dengan netbook keluaran Apple Macbook. Cukup nyaman dibawa-bawa dan tidak begitu berat seperti netbook lainnya.Tampilan casingnya pun elegan dengan dibalut perpaduan warna putih dan hitam mengilap. Secara kualitas, Dell Inspiron mini 12 bisa diperhitungkan.

Netbook mungil ini memiliki kemasan batere yang standar, yakni Li-Ion 3-Cell. Dell mengklaim batere ini mampu bertahan hingga 3 jam. Didalamnya sudah terpasang beberapa software terbitan Windows diantaranya Media Player, IE, Calendar, Defender, Live Messenger Download, Mail, Meeting Space, Movie Maker, Photo Gallery, dan Update. Tak kalah, perangkat ini dilengkapi CD McAffee Security Alert, satu buah CD Application untuk instalasi ulang Webcam Central Software dan juga satu CD Driver dan Utilities untuk instal ulang Computer Service.

Ketersediaan slot SIMcard dan fitur nirkabel Wi-Fi 802.11g mempermudah kita dalam melakukan aktivitas di dunia maya. Sayangnya, prosesor Z530 yang digunakannya kurang mendukung Windows Vista. Kelemahan lain dari netbook bergaransi 1 tahun ini adalah kemampuan RAM-nya yang tidak bisa di upgrade.

Kesimpulannya, Dell Inspiron mini 12 ini memiliki bodi tipis yang menyenangkan dan tidak terkesan ringkih. Mudah dibawa kemana-mana dan uniknya, meskipun tipis, layar dan keyboardnya sangat nyaman digunakan karena ukurannya yang lebar. Sangat cocok digunakan bagi kamu yang simpel dan mengutamakan kepraktisan dalam menggunakan perangkat teknologi.



Lengkapnya

Sabtu, 31 Januari 2009

Acer Aspire 8930G, quad core buat Gaming.

Prosesor quad-core kini mulai dibenamkan ke dalam varian notebook. Secara umum mungkin banyak pengguna yang belum terlalu membutuhkan notebook dengan prosesor quad-core. Namun pandangan seperti itu ternyata tidak menjadi penghalang bagi Acer untuk tetap merancang notebook dengan prosesor quad core.

Tengok saja, Aspire 8930G, notebook ini menanamkan kehebatan prosesor mobile Intel Core 2 Quad Q9000. Dengan mengoptimalkan empat inti prosesor, Aspire 8930G menggunakan 1066MHz Front Side Bus dan clock speed sampai 2.53GHz. Spesifikasi mumpuni lainnya juga tampak pada memori DDR3 4GB dan HDD SATA 500GB 7200RPM.

Jika menengok ke belakang, kita akan menjumpai Aspire 8920, seri pendahulu 8930G ini merupakan perintis notebook 18 inci, namun kini 8930G dirancang sedikit lebih lebar, menjadi 18,4 inci. Aspire 8930G juga mendukung pengaplikasian game 3D, ini tampak dari kartu grafis Nvidia GeForce 9700 M GT 512MB dan Blu-ray yang dibenamkan di dalamnya. Aspire 8930G kini dibandrol dengan harga awal US$1800.


Lengkapnya